Kamis, 18 Juni 2020

Daily Expressions

Daily Expressions

1.      Expressions to ask for things

  1. Ø  Can  I take your picture, please?

  • May I have a photo with you,  please?
  • Ø  Can I lend your cell phone?

Expressions to refuse to give things

Ø  I’m sorry, I’m using it.

Ø  Not now, I’m using it/them  myself. Sorry.

Ø  Sorry, I’m using it/them right now.

RPP Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 2 KD 3.4 (Things Around Us) Part 4

RPP Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 2 KD 3.4 (Things Around Us) Part 4

RPP Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 2 KD 3.4 (Things Around Us) Part 3

RPP Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 2 KD 3.4 (Things Around Us) Part 3

RPP Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 2 KD 3.4 (Things Around Us) Part 2

RPP Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 2 KD 3.4 (Things Around Us) Part 2

Senin, 15 Juni 2020

SAGUSABLOG DASAR



Tentang Ikatan Guru Indonesia

Gagasan pendirian Ikatan Guru Indonesia berasal dari diskusi di mailing list antara guru dan para praktisi pendidikan, dan dilanjutkan dengan aksi nyata melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi guru, dengan nama Klub Guru Indonesia (KGI). Sambutan para guru diberbagai kota di Indonesia nampaknya cukup baik, sehingga dimana-mana kegiatan yang diadakan KGI selalu disambut hangat. Beberapa kota provinsi bahkan mulai mendirikan perwakilan cabang/wilayah. Apresiasi yang diberikan Mendiknas, Dirjen PMPTK dan beberapa pejabat di Kemdiknas, serta dukungan

Mars IGI (Ikatan Guru Indonesia)


Minggu, 14 Juni 2020

SMP NEGERI LUMOY



A. DESKRIPSI

SMP Negeri Lumoy adalah sekolah yang berada di Kecamatan Ambalau Kabupaten Buru Selatan. SMP Negeri Lumoy secara geografis berada pada salah satu daerah terpencil di Buru Selatan yaitu tepatnya di Pulau Ambalau yang merupakan salah satu pulau yang ada di kabupaten Buru Selatan. Desa Lumoy merupakan satu-satunya desa dipulau tersebut. SMP Negeri Lumoy berdiri pada tahun 2004 oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Dengan luas lahan 30.000 m2 dan terdiri dari 3 bangunan  ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang sekertariat kesiswaan, 1 mushola, 1 kantor guru, dan  1 WC.

SMP Negeri Lumoy merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama yang berada di desa Lumoy yang mempunyai masyarakat yang rata-rata mata pencahariannya adalah nelayan dan petani dengan tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi SMP Negeri Lumoy untuk lebih maju.

SMP Negeri Lumoy  Kac.Ambalau saat ini di kepalai oleh bapak ABDUL RAHMAN SOUWAKIL,S.Pd selaku kepala sekolah  sejak tahun 2015 sampai sekarang, dengan membawahi tenaga pendidik dan kependidikan  sebanyak 9 orang dan 1 tenaga Tata Usaha dengan perincian : (1) Guru Bahasa Indonesia 1 orang Non PNS, (2 )  Guru Bahasa Inggris 1 orang CPNS, (3) Guru IPA 3 orang, terdiri dari 1 orang CPNS, 1 orang Honor Daerah, dan 1 orang Non-PNS (4) Guru Matematika 1 orang Honor Daerah, (5) Guru IPS 1 orang Non-PNS, (6) Guru PKN 1 0rang PNS, (7) Tenaga Tata Usaha 1 orang Non PNS dan  dengan kualifikasi pendidikan SMA sebanyak 1 orang.

Pada tahun ajaran 2019/2020 SMP Negeri Lumoy mempunyai siswa sebagai berikut :  38siswa Laki-laki dan siswa perempuan 51 orang ,  jumlah total siswa adalah  89 orang.dengan jumlah rombongan belajar3 kelas. Manajemen yang diterapkan adalah manajemen partisipatif dengan melibatkan guru, komite dan stake holder sekolah, sedangkan pembiayaan sekolah bersumber dari bantuan pemerintah berupadana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


B. VISI, MISI, DAN NILAI ORGANISASI

1.      Visi Organisasi

“Terwujudnya insan cendekia yang bertaqwa, cinta tanah air dan bangsa, berprestasi serta berwawasan lingkungan.”

2.      Misi Organisasi

1)      Menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

2)      Menanamkan cinta tanah air dan bangsa melalui Tri Satya dan Dasa Darma.

3)      Menumbuhkembangkan rasa percaya diri siswa.

4)      Mengembangkan potensi diri siswa secara maksimal.

5)      Meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik.

6)      Menyelenggarakan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

7)      Terwujudnya civitas akademika yang peduli terhadap fungsi lingkungan yang bebas dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.

3.  Nilai Organisasi

  • 1)      Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

§  Indikator keberhasilan sekolah: merayakan hari-hari besar keagamaan, memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah, merawat diri sendiri dan fasilitas sekolah untuk mensyukuri nikmat Tuhan.

§  Indikator keberhasilan kelas: berdo’a sebelum dan sesudah pelajaran, bersedia duduk sebangku dengan siapa saja.

§  Indikator muatan pelajaran: Berbicara dan Bersahabat dengan semua teman sekelas, Menyatakan rasa syukur  melalui doa sederhana  karena memiliki keluarga yang saling menyayangi.

  • 2)      Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

§  Indikator keberhasilan sekolah: menyediakan tempat temuan barang hilang, larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan/ujian.

§  Indikator keberhasilan kelas: tidak meniru jawaban teman (mencontek) ketika ulangan maupun mengerjakan tugas dikelas/dirumah, mengemukakan pendapat sesuai yang diyakininya.

§  Indikator muatan pelajaran: Menceritakan  pengalaman pengamatan tentang identitas keluarga dan kerabat  sesuai dengan  kenyataannya, Melaporkan secara jujur hasil pengamatan mengenai benda di sekitarnya

  • 3)      Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

§  Indikator keberhasilan sekolah: memiliki tata tertib sekolah, menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.

§  Indikator keberhasilan kelas: melaksanakan tugas-tugas kelas yang menjadi tanggungjawabnya, menyelesaikan tugas tepat pada waktunya, membiasakan hadir tepat waktu.

§  Indikator muatan pelajaran: Merapikan meja dan kursi setelah belajar di kelas, Membantu memelihara kebersihan ruang  kelas.

  • 4)      Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

§   Indikator keberhasilan sekolah: Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan.

§   Indikator keberhasilan kelas: Memelihara lingkungan kelas, tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas.

§   Indikator muatan pelajaran : Menunjukkan upaya menjaga kebersihan bangku dan kursi  masing-masing

  • 5)      Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai habatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

§  Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan situasi sekolah yang membangun kerja keras peserta didik.

§  Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja keras.

  • 6)      Rasa Ingin Tahu: sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

§  Indikator keberhasilan sekolah : menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak seperi buku)

§  Indikator keberhasilan kelas : menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu.

§  Indikator muatan pelajaran: menciptakan suasana belajar mengajar yang melibatkan siswa secara aktif.

  • 7)      Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain
  • 8)      Gemar Membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

§  Indikator keberhasilan sekolah: tersedianya perpustakaan yang nyaman dan buku-buku bacaan, membiasakan gerakan literasi sekolah.

§  Indikator keberhasilan kelas: adanya buku bacaan yang dapat dibaca oleh peserta didik.

§  Indikator muatan pelajaran: membiasakan membaca dan memahami soal sebelum menjawab.

  • 9)      Tanggungjawab: Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.

§  Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan situasi sekolah yang membangun tanggungjawab peserta didik.

§  Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanggungjawab.

§  Indikator muatan pelajaran: Menciptakan pembelajaran yang melatih siswa untuk bertanggungjawab.


AKUNTABILITAS GURU


         

1.      Akuntabilitas Guru

            Akuntabilitas saya sebagai seorang ASN khususnya guru adalah dengan cara bekerja sesuai dengan tupoksi sebagai guru. Pada dasarnya guru haruslah bersikap akuntabel, karena guru adalah sosok yang digugu dan ditiru, segala sesuatu yang dikatakan dan diperbuat akan menjadi contoh oleh orang lain. Oleh karena itu guru harus bisa menjadi role model bagi muridnya dan masyarakat. Oleh sebab itu, akuntabilitas menjadi hal yang wajib bagi seorang guru dalam rangka mengemban amanah untuk mendidik peserta didik menjadi lebih baik.

     Akuntabilitas saya sebagai guru dimulai dari persiapan mengajar dalam hal  ini membuat program tahunan, program semester, rencana program pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran guru mengedapankan komunikasi yang baik dengan siswa, dan tidak membeda-bedakan siswa saat bersukikap maupun memberikan nilai. Kemudian melaporkan hasil ulangan baik ulangan harian, ulangan tengah semester, maupun ulangan semester kepada orang tua murid dan pihak sekolah. Menjaga komunikasi yang baik dengan sesama guru maupun atasan guna menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.


2.      Implementasi Akuntabilitas Pada Instansi

Penerapan akuntabilitas di instansi antara lain: Evaluasi kegiatan setiap satu minggu sekali untuk mengetahui program yang sudah berjalan maupun masalah yang terjadi untuk dicari solusinya bersama. Dari pribadi masing-masing guru sudah merefleksikan pribadi yang baik, di antaranya: (1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya; (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antar umat beragama; (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan, dan sistem nilai yang berlaku di  masyarakat; (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan; (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap saran dan kritik.

Adapun hal yang tidak menunjukan sikap akuntabilitas diantaranya: pegawai yang kurang disiplin, pembagian kerja yang tidak sesuai dengan tupoksinya, belum tersedianya akses informasi yang mudah di dapat bagi stakeholder, sekolah belum melaporkan sasaran kinerja yang telah dicapai ataupun belum dicapai kepada masyarakat serta sekolah masih syarat dengan konflik kepentingan.

           

Workshop Online SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) GRATIS

Bismillah, kelas SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) telah dibuka, khusus anda anggota IGI (Ikatan Guru Indonesia), silahkan anda gabung digrup telegram SAGUSABLOG dengan cara KLIK: https://goo.gl/XCXfK untuk belajar bersama dengan rekan-rekan Guru Blogger diseluruh Indonesia, Kelas Online Perdana akan dimulai tanggal 22 Oktober 2016.

Syarat Mengikuti Workshop Online SAGUSABLOG sangat mudah:
  1. Instal aplikasi TELEGRAM di smartphone, laptop atau tablet anda.
  2. Tunjukan NO KTA IGI (Ikatan Guru Indonesia) anda.
  3. Ikuti workshop online dengan hati senang dan bahagia sampai TUNTAS
MAYERI KELAS SAGUSABLOG:
  1. Membuat blog guru dengan engine blogger
  2. Mendesain template blog guru dengan template bawaan blogger
  3. Mengganti template blog guru dengan template dari pihak ke-3
  4. Mendesain header blog guru
  5. Mengelola blog guru